Tampilkan postingan dengan label suami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

Lomba Kencing Antara Suami Isteri



Dia suatu siang..Seorang suami iseng-iseng menantang isterinya..

Suami : Bu... lagi buat apa ni...?

Isteri : Tidak nih pa... santai saja.. barusan selesai nyuci pakaian..

Suami : .. bu..mau tidak kita lomba?..

Isteri : Lomba?...maksud bapak?

Suami : ya lomba... uji-uji begitu...

Isteri : Memangnya kita mau lomba apa pa..?

Suami : Pasti ibu kalah sama bapak...

Isteri : Iya..kita mau lomba apa pa...?

Suami : begini bu... kita Lomba Kencing.. pasti ibu kalah sama bapak..

Isteri : Lomba kencing?.. bagaimana tuh pak?

Suami : begini bu... pokoknya siapa yang kencingnya paling jauh dialah yang menang.. tapi bapak yakin ibu pasti kalah..hehe...

Isteri : okelah pak.. ibu setuju... tapi siapa yang duluan?

Suami : ahh..biar ibu saja yang duluan...

..sesaat kemudian.. sang isteri mulai melucuti celananya (bersiap-siap untuk kencing)...
ia mengangkat sedikit pantatnya (posisi setengah berdiri) sambil melengkungkan tubuhnya ke depan..supaya air kencingnya memancar jauh ke depan..

Cuuuuuuuuuuussssssssssssss...cussssss...cussssss... kencing sang isteri memancar kemana-mana....

Suami : hahahaha...cuman segitu bu..jauhnya...hehe.... sekarang lihat punya bapak ni...

..dan si suami pun membuka celananya bersiap-siap hendak kencing...

Ketika ia hendak memegang batang anunya... si isteri memukul tangan suami..

Isteri : he.....lepas....!!  lepas.!! .lepas.  !!  ...jangan pake pegang-pegang.... ibu tadi tidak pake pegang....

hahaha...karena dilarang si istri..tidak pake pegang..maka kencing suami hanya memancar lurus kebawah... dan kalahlah ia....



==========

Rabu, 26 Juni 2013

Keriting lagi!?

Keriting Lagi..!??



Sepasang suami istri di pedalaman pulau Flores telah memiliki 2 orang anak perempuan. Semua anak perempuannya itu berambut keriting (maklum orang flores pedalaman). Si suami sangat ingin punya anak perempuan yang berambut lurus.

Untuk mendapat anak ketiga yang berambut lurus, pada suatu hari, si suami mengajak istrinya turun ke kota, ke tempat praktek dokter, untuk meminta  nasihat atau petunjuk dokter bagaimana caranya mendapat anak yang rambutnya lurus..(seperti orang Jawa, katanya kepada dokter).


Sang dokter pun memaklumi keinginan mereka, lalu menasihati ‘kalau mau punya anak yang berambut lurus seperti orang jawa, ...pada saat kalian berhubungan suami istri., punya bapak jangan dimasukin semuanya ..biar dapat anaknya berambut lurus..’ kata dokter sambil menunjuk pada si suami tadi.

“Oh .. begitu ya dok... gampang banget..” kata sang suami mencoba bergaya jawa (maklum.. ia sebelumnya telah lama merantau di jawa)

Dengan senang hati mereka pun segera kembali ke kampung. Setibanya di rumah, si suami langsung menggaet tangan istrinya ke kamar mereka.

Di dalam kamar, dengan semangatnya Ia mengajak istrinya..’ayo ma …kita buat anak lagi biar dapat yang rambutnya lurus seperti saran dokter tadi…”



’oke pa..terserah bapak saja kata istrinya menyetujui..

Lalu mereka pun segera memulai permainan dengan semangatnya layaknya pengantin baru. Karena sudah menggebu-gebu, si suami tidak kuat menahan nafsunya. Ia pun segera ingin memasukan miliknya. Namun, apa yang terjadi...ketika sudah dimasukin setengahnya, terdengar suara seekor nyamuk berputar-putar dan mengiang-ngiang di telinganya. Ia pun jadi hilang konsentrasinya karena ulah nyamuk tersebut. Ketika nyamuk itu hinggap di pantat alias bokongnya, ia segera memukul nyamuk di bokongnya itu..Plak!!.. Istrinya pun kaget bukan main dan berteriak ‘ya.. keriting lagi….pak.!??. Ternyata….karena pukulan tadi, punya si bapak telah masuk semuanya. Gagal lagi…gagal lagi….



Selasa, 11 Juni 2013

Anak jadi Bupati atau Kepala desa?

 

Sepasang pengantin baru di desa pedalaman, sebelum menjalani malam pertamanya, mendapat wejangan dari wali nikahnya (orang tua saksi nikahnya). 


‘Sebagai keluarga baru, kalian pasti pingin punya anak’kata si wali nikah mengawali wejangannya. 
Pasangan pengantin-pun mengangguk. Lalu walinya melanjutkan ..
‘Supaya kalian mendapat anak yang kelak di kemudian hari menjadi seorang Bupati, pada saat melakukan hubungan suami istri (HSI), kamu sebagai suami jangan masukin semuanya, cukup bagian ujungnya saja..’kata wali nikah mengingatkan sambil menunjuk pada sang suami. 
‘oh begitu…?’ kata si suami. 
‘iya…, tapi kalau ingin anakmu kelak hanya menjadi camat, ….kamu bisa masukin setengahnya saja, nanti anakmu pasti menjadi camat…!!. 
‘hmmm…’ kata si suami td sambil mengangguk angguk mencermati nasihat wali nikahnya. 
‘..lalu kalau saya masukin semuanya, ..anak saya akan jadi apa …?’ tanya si suami dengana semangatnya. 
‘Blo'on kamu... kalau kamu masukin semuanya, anakmu kelak hanya jadi Kepala Desa saja….tahu..!’ Kt wali nikah melanjutkan. 
‘ooh begitu’ kt pasangan pengantin tadi bersamaan tanda mengerti.

Setelah selesai mendengarkan wejangan tadi, keduanya pun masuk ke kamar pengantinnya. 
Sebelum melakukan HSI, si suami bertanya pada istrinya 
‘bu…anak kita nantinya mau jadi apa…?. 
’jadi Bupati saja pak…!!, kan Bupati lebih tinggi jabatannya, juga uangnya lebih banyak..’kata istrinya. 
‘oke..bu, anak kita jadi Bupati saja..’kata suaminya menyetujui.
’kalau begitu, bapak jangan masukin semuanya dong.., cukup ujungnya saja….seperti kata wali nikah tadi’ kata sang istri lagi mengingatkan.’
’oke..bu…aku tahu…aku tahu…’ kata si suami sambil bernafsu melucuti pakaian si istri dan mulai merangsangnya alias pemanasan. 
Si istri pun tidak kalah agresifnya, berbuat sebaliknya pd suaminya…..

Beberapa menit kemudian, nafsu si suami pun mulai berkobar-kobar, dan ia mulai melakukan serangan andalannya….
’ingat..pa…ingat..pa… anak kita harus jadi Bupati……!! kata istrinya mengingatkan. 
’Ahhh..ia cukup jadi kepala desa saja….!!, kata suami karena tak kuat lagi menahan nafsunya, sambil mendorong semua senjatanya.



Buka Wartel


Untuk menjaga agar anak-anak mereka tidak tahu kalau mereka hendak berhubungan suami istri, sepasang suami istri sepakat menggunakan istilah “telepon” untuk mengajak berhubungan. Pada suatu malam, si ayah kebelet banget  ingin berhubungan intim dengan istrinya. Namun karena harus menyelesaikan tugasnya dulu, ia pun mencoba berpesan dulu pada istrinya melalui seorang anaknya (agar istrinya tidak keburu tidur..maksudnya)...


Ayah     : “Di, ibumu ada dimana?” tanya si ayah pada Adi anaknya..
Adi         : “Itu lagi nonton tv” kt Adi singkat (sambil menunjuk ke arah ibunya di ruang sebelah)
Ayah     : “...bilangin sama ibu ya.. kalau sebentar Ayah mau nelpon”
Adi         : “Oh..gitu”


Lalu Adi-pun berbegas menuju ibunya

Adi         : “bu.. ayah bilang.. sebentar ayah mau nelpon”
Ibu         : “bilang sama ayah..ya..Di.. kalau saat ini Ibu tidak ada pulsa..”
Lalu.. Adi pun segera ke ruang Bapaknya bekerja...
Adi         : “Yah.. ibu bilang Ibu tidak ada pulsa...”
Ayah     : “Oh...kalau begitu.. bilang sama ibu..nanti ayah telepon di luar”


Adi pun bergegas ke ruang ibunya..


Adi         : “bu.. ayah bilang ayah mau telepon diluar..”


Mendengar itu.. si Ibu pun timbul kemarahannya, ...sambil berdiri Ibu berkata :


Ibu         : ‘bilang bapakmu... berani dia pake telpon di luar, di sini ibu akan buka Wartel..!!”